Prelovers, gak heran jika smartphone replika baik yang super premium copy maupun king copy dengan merek Samsung begitu mudah ditemukan. Mereka biasanya menjual melalui media online dengan memanfaatkan facebook, instagram ataupun media sosial lainnya. Bahkan kini mereka sudah berani memasarkannya secara terang-terangan dengan memajangnya di toko-toko handphone . Mungkin diantara Prelovers pernah melihatnya sendiri bahwa smartphone Samsung replika super copy disatukan dalam satu wadah dengan smartphone Samsung yang asli.
Jika kita tidak jeli, bukan tidak mungkin kita akan tertipu dengan smartphone asli tapi palsu itu. Agar tidak tertipu tentunya kita harus memahami bagaimana ciri smartphone replika baik super premium copy maupun king copy. Samsung memang menjadi salah satu produsen
smartphone kelas atas, memiliki tempat tersendiri bagi kebanyakan pengguna.
Namun demikian, siapakah pembuat Samsung replika tersebut?
Apa Itu HDC ?
Mungkin kebanyakan orang belum mengerti dan masih bingung tentang “Apa itu HDC?” HDC adalah sebuah perusahaan yang memproduksi handphone tiruan/superpremiumcopy/kingcopy/ clone.
Seperti layaknya Samsung, perusahaan ini memproduksi
handphone replika dengan spesifikasi yang cukup tinggi dari replika yang telah beredar di Indonesia sebelumnya. Karena memiliki spek yang paling tinggi, maka para netizen kerap menamainya sebagai “KINGCOPY” yang artinya “tiruan yang paling baik”.
Vendor HDC membuat handphone tiruan dengan sangat baik, sehingga presentase kemiripan penampakan 100%, sedangkan kemiripan spesifikasi diatas 50%. Itulah yang membuat vendor ini dijuluki sebagai handphone tiruan yang paling laris di pasar gadget Indonesia saat ini. Namun tidak menutup kemungkinan jika ada vendor lain yang mampu menyaingi kualitas HDC, maka vendor tersebut akan dijuluki sebagai next kingcopy .
Kelebihan dan kekurangan samsung replika
Prelovers! Kelebihan smartphone replika dari berbagai tipe ponselnya terletak pada harganya yang cukup terjangkau. Bahkan harga itu kadang hanya 30% dari harga aslinya. Wow! Tentu saja ini menjadi hal yang sangat menggiurkan. Alasan inilah yang membuat smartphone replika dengan julukan “KINGCOPY” ini sangat begitu laris di pasaran.
Harga yang sangat terjangkau membuat smartphone ini pintar menyembunyikan tampilan luarnya yang begitu menipu, sehingga kita sering tidak menyadari hal tersebut. Dengan sentuhan yang begitu halus, produsen mampu meniru bentuk fisik maupun tampilan dalam smartphone mendekati 90% kemiripannya dengan aslinya. Alasan ini juga yang membuat smartphone ini laris di pasaran. Dengan uang yang tidak seberapa tapi bisa bergaya seperti orang kaya, siapa yang tak mau?
Segala sesuatu pasti diciptakan berpasangan, jika ada kelebihan pasti juga ada kekurangannya. Begitu juga dengan smartphone replika ini, pastinya memiliki kekurangan. Jika diamati dengan baik, maka akan kita temukan beberapa kekurangan ketika memakainya.
Pertama tombol home pada smartphone replika ini terasa sedikit lebih keras dari aslinya. Samsung asli memiliki tombol home yang sangat nyaman ketika ditekan, sedangkan Samsung replika biasanya akan terlihat dari tombol home yang terasa kurang nyaman ketika ditekan dan menimbulkan suara.
Kedua, ada beberapa fitur yang tidak bisa dijalankan.
Sebagaimana smartphone kelas menengah ke atas seperti Samsung Galaxy S5 dibekali dengan fitur NFC ataupun beberapa fitur yang hanya ada di ponsel mahal itu, di ponsel replika fitur itu tidak bisa digunakan, hanya ada tombolnya saja tapi tidak bisa diaktifkan.
Ketiga, performa dari smartphone replika tidak stabil. Mengapa demikian? Smartphone replika hanya dibekali dengan RAM kecil serta prosesor yang biasa saja, tapi harus menjalankan layar lebar membuat performa ponsel tidak bisa segahar aslinya. Dari jeroan yang biasa saja inilah yang akan membuat kita bisa membedakan mana
smartphone asli dan bukan.
Keempat, fitur kamera yang biasa saja dengan hasil gambar yang sangat tidak memuaskan dan terdapat banyak noise serta tidak jernih. Apalagi jika mengambil gambar di dalam ruangan dengan pencahayaan yang kurang, akan sangat terlihat kekurangan dari smartphone replika ini. Lain halnya dengan smartphone mahal yang pastinya disuguhkan kamera dengan resolusi besar dan hasil gambarnya pun sudah tidak diragukan lagi.
Kelima, jika terjadi masalah dengan sistem operasi
smartphone replika, sangat sulit untuk membetulkannya. Kemudian, persediaan ROM dari tipe ponsel yang ditirunya tidak cocok dengan smartphone tersebut. Dan kekurangan terakhir dari Samsung replika adalah jika rusak sangat sulit untuk dikembalikan seperti sedia kala, bahkan bisa saja tidak dapat digunakan lagi.
Jadi apakah Prelovers masih mau atau tidak untuk membeli Samsung replika tersebut? Semua balik lagi pada diri kalian masing-masing.
Demikian, semoga membantu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar