Sabtu, 22 Oktober 2016

JUJUR MEMBAWA BERKAH

                    Kalau kemaren saya berbicara tentang sedekah, hari ini saya bicara soal jujur.          Saya bukan orang yang benar benar jujur, namun saya berusaha belajar untuk jujur. Walaupun saya masih baru belajar beeusaha untuk jujur, namun saya sudah rasakan buah manis yang saya petik dari jujur tersebut.

Ini yang saya alami,dan rasakan. Betapa banyak keberkahan
Yang bisa didapat dari kejujuran itu.

Jujur dalam artian yang luas. Mungkin banyak hal apapun
Yang membutuhkan kejujuran.

               Jujur laksana barang mahal yang sulit dicari
Dijaman sekarang ini.
Bahkan banyak orang orang yang hanya demi sesuap nasi
Mereka berani tidak jujur.

Sikap tidak jujur banyak sekali kita jumpai, padahal ketika
Seseorang berani sekali tidak jujur, maka akan membawa
Kebohongan yang berantai.
Suatu contoh:

Ketika kita punya anak, anak kita bilang mau berangkat sekolah,

Namun tidak sampai disekolah, satu hari,dua hari,tiga hari dan seterusnya.

Pada hari yang selanjutnya bapak/ibu guru datang kerumah menemui orangtua si anak.

"Pak/bu, kenapa si A gak pernah masuk sekolah ya?
Ibu si anak: anak saya rajin kok bu, pagi pagi sudah berangkat ke sekolah.!!!

Bapak/ibu guru: tapi minggu-minggu terakhir ini anak ibu benar
Benar tidak masuk sekolah!

Akhirnya sang ibu memanggil anaknya
Yang kebetulan ada dikamar nya.

Ibu:  nak kenapa seminggu terakhir kamu gk pernah berangkat                kesekolah???

Anak: saya berangkat terus kok bu

Ibu: coba lihat siapa yang datang?

Anak:"eh ibu guru

Ibu guru:"kamu kemana aja nak kok gak pernah masuk sekolah?

1.anak: maaf bu,saya gak masuk sekolah karena waktu mau berangkat sekolah ban motorku bocor

Ibu guru: emang gak ada tukang tambal ban kah dijalan ?

2.anak:ada bu,dan sudah ditambal,tapi bocornya banyak

Ibu guru:"lantas?

3.anak:akhirnya suruh ganti ban

4.anak:akhirnya saya kerumah teman pinjam duit buat beli ban

5.anak:karena hari sudah siang akhirnya saya gk jadi berangkat sekolah.

6...

7...

8 dan seterus nya...

Kita bisa lihat,kenapa ketika kita sekali berbohong, maka akan jadi bohong berantai.

           Dari mulai ban bocor 2 3 4 5 6 7  dan seterusnya adalah bohong semua.

Padahal dia tak niat berangkat sekolah, melainkan cuma main
PS ke rumah teman nya.

Semua ini hanya sebuah gambaran saja. Atau ada yang pernah ngalamin yang seperti ini.....?  Entahlah...

Yang jelas sikap tidak jujur itu merugikan diri sendiri maupun orang lain.

    Padahal kalau saja kita tau betapa keberkahan dari sebuah kejujuran , pastilah kita enggan untuk tidak jujur. Dan saya pribadi telah merasakan semua keberkahan itu.

Boleh jadi salah satu faktor sukses nya seseorang, adalah karena jujur nya.  Entah,sadar atau tidak.

Marik ita simak kisah orang sukses karena kejujuran nya

Sekarang, jujur bagaikan barang mahal dan langka. Apalagi di Ibu Kota. Di tengah persaingan hidup dan budaya glamor yang serba wah dan memerlukan kebutuhan hidup yang tidak sedikit jumlahnya.Tapi bagi Ahmad Yunus tidak demikian. Laki-laki kelahiran 1978 ini berasal dari Tulung Agung Jawa Timur. Awalnya dia dipercaya menjabatsebagai guru di sekolah swasta di Yogyakarta. Saat menjadi guru madrasah setingkat SMA, dirinya dipercaya untuk mengurus dan mengelola dana bantuan yang berasal dari Kementerian Agama sebesar Rp 145 juta.Menurut Yunus, dana bantuan itu diberikan untuk pembangunan gedung sekolah seluas 9 x 8 meter persegi dengan nama kegiatan RKB (Ruang Kegiatan Belajar). "Itu pada tahun 2007. Dana itu semuanya untuk membangun dua ruangan yang awalnya hanya dianggarkan untuk satu ruangan saja. Pokoknya sampai habis anggarannya, sampai tahap finishing. Kita gak ambil keuntungan sama sekali," ujar Yunus saat berbincang dengan merdeka.com,Jakarta, Sabtu (12/1).Yunus mengaku dirinya tidak terpancing untuk mengkorup uang itu. Alasannya adalah uang bantuan sebesar Rp 145 juta itu khusus diperuntukkan untuk membangun sekolah sebagai sarana tempat belajar. Sarana sekolah yang tidak bocor dikala hujan dan memberikan kenyamanan bagi siswa untuk menuntut ilmu."Saya sama sekali enggak terpancing untuk mengambil. Karena niat kita adalah khidmat pengabdian dan melihat kebutuhan untuk memiliki tempat belajar yang layak. Kalau mengambil itu kan sama saja orang mencuri yang hanya mengejar kebutuhan sesaat dan bukan haknya, kita mikirnya ke sana," jelas Yunus.Setelah sukses mengelola bantuan tersebut dengan pertanggungjawaban tertulis penggunaan anggaran, pria yang hobi puasa Senin Kamis ini dipercaya kembali untuk mengelola kucuran bantuan yang berasal dari Kementerian Pendidikan. Sebesar Rp 14 juta bantuan untuk 200 siswa, dari kelas satu hingga kelas tiga."Itu sudah amanat dan harus diberikan untuk kegiatan siswa. Nama bantuannya kegiatan PLS (Pendidikan Luar Sekolah). Apalagi ngambil secuil, ini untuk anak yatim piatu yang sedang belajar di sekolah, emang mau masuk neraka, mengambil barang yang bukan haknya," kata Yunus.Pada tahun 2011, guru honorer dan pengajar pendidikan Islam ini mencoba peruntungan untuk ikut tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Agama tingkat pusat. Dia pun belajar mempersiapkan bahan ujian dan tak lupa untuk berdoa.Kalau sudah rezeki tak akan ke mana, terlebih terhadap orang jujur yang mampu menjaga amanat. Yunus dinyatakan lolos masuk CPNS tanpa sepeserpun biaya yang ia keluarkan. Dia menjadi salah satu calon auditor dan investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Sehingga terpaksa dirinya untuk pindah ke Jakarta.Untuk kerja sekarang, dirinya dituntut untuk menjaga kerahasiaan akan kasus-kasus yang terjadi di wilayah provinsi atau daerah-daerah pelosok di seluruh Indonesia. "Yang sekarang dituntut untuk menjaga kerahasiaan karena kita kan inspektorat investigasi tata usaha, terhadap pengaduan masyarakat yang masuk, misalnya ada tindakan penyimpangan di wilayah kemudian melakukan pengaduan ke kantor. Terus kasus besar yang melibatkan banyak umat, itu masuknya investigasi yang mana nantinya akan diselesaikan dalam gelar perkara," cerita Yunus."Kemudian pegawai agama yang jarang masuk di kanwil provinsi, adanya pungutan liar di kabupaten, ada pejabat yang selingkuh, ujian diselewengkan dan lain-lain," tambahnya.Oleh karena itu, dirinya dituntut untuk bertindak profesional, menjaga kejujuran dan integritas di dalam menangani kasus-kasus tersebut. Yunus mengaku dirinya tak akan terpancing dengan kongkalikong yang ditawarkan pejabat di daerah yang bermasalah."Memang dibutuhkan integritas dan loyalitas yang kuat, loyalitas untuk tidak membocorkan dan bener bener serius. Yang penting kita jujur, yang salah bilang salah dan benar bilang benar," pungkasnya.Memang kejujuran ibarat permata yang begitu mahal harganya dan sangat tinggi nilainya. Seperti itulah sikap jujur, nilainya sama seperti permata tersebut. Namun pada hakikatnya, sikap jujur adalah sikap yangapa adanya, sikap yang ada kesungguhan dan keikhlasan. Sesungguhnya kebahagiaan sebenarnya adalah lahir dari sebuah kejujuran dan mungkin ini bagian contoh kecil dari barokah dan hikmah dari kejujuran itu sendiri.(mdk/has)Orang JujurHonorerKemenagHEMAT.COM MARKETPLACE

                    Semoga jadi bahan renungan buat kita semua



                             Salam...


JUJUR MEMBAWA BERKAH

                    Kalau kemaren saya berbicara tentang sedekah, hari ini saya bicara soal jujur.          Saya bukan orang yang benar benar jujur, namun saya berusaha belajar untuk jujur. Walaupun saya masih baru belajar beeusaha untuk jujur, namun saya sudah rasakan buah manis yang saya petik dari jujur tersebut.

Ini yang saya alami,dan rasakan. Betapa banyak keberkahan
Yang bisa didapat dari kejujuran itu.

Jujur dalam artian yang luas. Mungkin banyak hal apapun
Yang membutuhkan kejujuran.

               Jujur laksana barang mahal yang sulit dicari
Dijaman sekarang ini.
Bahkan banyak orang orang yang hanya demi sesuap nasi
Mereka berani tidak jujur.

Sikap tidak jujur banyak sekali kita jumpai, padahal ketika
Seseorang berani sekali tidak jujur, maka akan membawa
Kebohongan yang berantai.
Suatu contoh:

Ketika kita punya anak, anak kita bilang mau berangkat sekolah,

Namun tidak sampai disekolah, satu hari,dua hari,tiga hari dan seterusnya.

Pada hari yang selanjutnya bapak/ibu guru datang kerumah menemui orangtua si anak.

"Pak/bu, kenapa si A gak pernah masuk sekolah ya?
Ibu si anak: anak saya rajin kok bu, pagi pagi sudah berangkat ke sekolah.!!!

Bapak/ibu guru: tapi minggu-minggu terakhir ini anak ibu benar
Benar tidak masuk sekolah!

Akhirnya sang ibu memanggil anaknya
Yang kebetulan ada dikamar nya.

Ibu:  nak kenapa seminggu terakhir kamu gk pernah berangkat                kesekolah???

Anak: saya berangkat terus kok bu

Ibu: coba lihat siapa yang datang?

Anak:"eh ibu guru

Ibu guru:"kamu kemana aja nak kok gak pernah masuk sekolah?

1.anak: maaf bu,saya gak masuk sekolah karena waktu mau berangkat sekolah ban motorku bocor

Ibu guru: emang gak ada tukang tambal ban kah dijalan ?

2.anak:ada bu,dan sudah ditambal,tapi bocornya banyak

Ibu guru:"lantas?

3.anak:akhirnya suruh ganti ban

4.anak:akhirnya saya kerumah teman pinjam duit buat beli ban

5.anak:karena hari sudah siang akhirnya saya gk jadi berangkat sekolah.

6...

7...

8 dan seterus nya...

Kita bisa lihat,kenapa ketika kita sekali berbohong, maka akan jadi bohong berantai.

           Dari mulai ban bocor 2 3 4 5 6 7  dan seterusnya adalah bohong semua.

Padahal dia tak niat berangkat sekolah, melainkan cuma main
PS ke rumah teman nya.

Semua ini hanya sebuah gambaran saja. Atau ada yang pernah ngalamin yang seperti ini.....?  Entahlah...

Yang jelas sikap tidak jujur itu merugikan diri sendiri maupun orang lain.

    Padahal kalau saja kita tau betapa keberkahan dari sebuah kejujuran , pastilah kita enggan untuk tidak jujur. Dan saya pribadi telah merasakan semua keberkahan itu.

Boleh jadi salah satu faktor sukses nya seseorang, adalah karena jujur nya.  Entah,sadar atau tidak.

Marik ita simak kisah orang sukses karena kejujuran nya

Sekarang, jujur bagaikan barang mahal dan langka. Apalagi di Ibu Kota. Di tengah persaingan hidup dan budaya glamor yang serba wah dan memerlukan kebutuhan hidup yang tidak sedikit jumlahnya.Tapi bagi Ahmad Yunus tidak demikian. Laki-laki kelahiran 1978 ini berasal dari Tulung Agung Jawa Timur. Awalnya dia dipercaya menjabatsebagai guru di sekolah swasta di Yogyakarta. Saat menjadi guru madrasah setingkat SMA, dirinya dipercaya untuk mengurus dan mengelola dana bantuan yang berasal dari Kementerian Agama sebesar Rp 145 juta.Menurut Yunus, dana bantuan itu diberikan untuk pembangunan gedung sekolah seluas 9 x 8 meter persegi dengan nama kegiatan RKB (Ruang Kegiatan Belajar). "Itu pada tahun 2007. Dana itu semuanya untuk membangun dua ruangan yang awalnya hanya dianggarkan untuk satu ruangan saja. Pokoknya sampai habis anggarannya, sampai tahap finishing. Kita gak ambil keuntungan sama sekali," ujar Yunus saat berbincang dengan merdeka.com,Jakarta, Sabtu (12/1).Yunus mengaku dirinya tidak terpancing untuk mengkorup uang itu. Alasannya adalah uang bantuan sebesar Rp 145 juta itu khusus diperuntukkan untuk membangun sekolah sebagai sarana tempat belajar. Sarana sekolah yang tidak bocor dikala hujan dan memberikan kenyamanan bagi siswa untuk menuntut ilmu."Saya sama sekali enggak terpancing untuk mengambil. Karena niat kita adalah khidmat pengabdian dan melihat kebutuhan untuk memiliki tempat belajar yang layak. Kalau mengambil itu kan sama saja orang mencuri yang hanya mengejar kebutuhan sesaat dan bukan haknya, kita mikirnya ke sana," jelas Yunus.Setelah sukses mengelola bantuan tersebut dengan pertanggungjawaban tertulis penggunaan anggaran, pria yang hobi puasa Senin Kamis ini dipercaya kembali untuk mengelola kucuran bantuan yang berasal dari Kementerian Pendidikan. Sebesar Rp 14 juta bantuan untuk 200 siswa, dari kelas satu hingga kelas tiga."Itu sudah amanat dan harus diberikan untuk kegiatan siswa. Nama bantuannya kegiatan PLS (Pendidikan Luar Sekolah). Apalagi ngambil secuil, ini untuk anak yatim piatu yang sedang belajar di sekolah, emang mau masuk neraka, mengambil barang yang bukan haknya," kata Yunus.Pada tahun 2011, guru honorer dan pengajar pendidikan Islam ini mencoba peruntungan untuk ikut tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Agama tingkat pusat. Dia pun belajar mempersiapkan bahan ujian dan tak lupa untuk berdoa.Kalau sudah rezeki tak akan ke mana, terlebih terhadap orang jujur yang mampu menjaga amanat. Yunus dinyatakan lolos masuk CPNS tanpa sepeserpun biaya yang ia keluarkan. Dia menjadi salah satu calon auditor dan investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Sehingga terpaksa dirinya untuk pindah ke Jakarta.Untuk kerja sekarang, dirinya dituntut untuk menjaga kerahasiaan akan kasus-kasus yang terjadi di wilayah provinsi atau daerah-daerah pelosok di seluruh Indonesia. "Yang sekarang dituntut untuk menjaga kerahasiaan karena kita kan inspektorat investigasi tata usaha, terhadap pengaduan masyarakat yang masuk, misalnya ada tindakan penyimpangan di wilayah kemudian melakukan pengaduan ke kantor. Terus kasus besar yang melibatkan banyak umat, itu masuknya investigasi yang mana nantinya akan diselesaikan dalam gelar perkara," cerita Yunus."Kemudian pegawai agama yang jarang masuk di kanwil provinsi, adanya pungutan liar di kabupaten, ada pejabat yang selingkuh, ujian diselewengkan dan lain-lain," tambahnya.Oleh karena itu, dirinya dituntut untuk bertindak profesional, menjaga kejujuran dan integritas di dalam menangani kasus-kasus tersebut. Yunus mengaku dirinya tak akan terpancing dengan kongkalikong yang ditawarkan pejabat di daerah yang bermasalah."Memang dibutuhkan integritas dan loyalitas yang kuat, loyalitas untuk tidak membocorkan dan bener bener serius. Yang penting kita jujur, yang salah bilang salah dan benar bilang benar," pungkasnya.Memang kejujuran ibarat permata yang begitu mahal harganya dan sangat tinggi nilainya. Seperti itulah sikap jujur, nilainya sama seperti permata tersebut. Namun pada hakikatnya, sikap jujur adalah sikap yangapa adanya, sikap yang ada kesungguhan dan keikhlasan. Sesungguhnya kebahagiaan sebenarnya adalah lahir dari sebuah kejujuran dan mungkin ini bagian contoh kecil dari barokah dan hikmah dari kejujuran itu sendiri.(mdk/has)Orang JujurHonorerKemenagHEMAT.COM MARKETPLACE

                    Semoga jadi bahan renungan buat kita semua



                             Salam...


Jumat, 21 Oktober 2016

SUKSES KARENA SEDEKAH.02

Mari kita simak cerita orang sukses karena sedekah...

Alkisah, warga Padang Sumatera Barat terkenal dengan jiwa merantaunya. Tidak sekalipun pulang sampai cita-cita digapai. Tidak mudik manakala kesuksesan belum diraih. Kata sebagian orang, malu manakala belum jadi orang sukses. Demikian semangat membara orang minang. Kita bisa lihat kisah sukses para saudagar Padang, atau kisah sukses warga minang lain dengan rumah makannya.

Meski bukan keturunan Minang, Arab ataupun Cina, Ibu Sumarti (48 th) adalah satu dari sekian pengusaha yang mewarisi semangat mereka. Istri dari Pak Samsul (54 th) ini telah banyak makan garam soal perdagangan. Sejak SD dirinya sudah terbiasa membantu melayani pembeli di kios kelontong milik orang tuanya tepatnya di Pasar Induk Wanadadi Banjarnegara. Ajaran melayani pelanggan sebaik-baiknya, jujur dan murah senyum telah ia terima sejak itu.

Tak hanya itu, semangat berusaha dan sedikit manajemen pun telah ia dapatkan sedari kecil. Tak heran kemudian dalam perjalanan usahanya ketika ia sudah mandiri bersama sang suami, dirinya mengaku jarang sekali merasa sulit dalam usaha mebelnya yang telah ia mulai sejak tahun 1985 silam. Mebel Ridlo, demikian nama toko dari pasutri (pasangan suami istri) ini.

Bagi Bu Marti, usaha mebel bukanlah usaha yang pertama. Ibu tiga anak ini menuturkan, bahwa ia sebelumnya juga membuka warung kelontong di Pasar Induk Wanadadi, namun karena alasan pindah rumah ia berhenti berjualan. ”Kita juga pernah jualan buku mas, kebetulan ada SMP Wanadadi di depan rumah, namun akhirnya berhenti juga karena koperasi sekolah mewajibkan siswanya membeli buku di sekolah” jelasnya.

Ikhtiar semaksimal mungkin. Meski belum sukses dengan usaha sebelumnya, namun do’a sembari terus bersedekah tak henti-hentinya ia lakukan. ”Ibu saya mengajarkan shalat malam, shalat dhuha dan sebisa mungkin bersedekah setiap hari. Meski saya tak tahu apa yang akan saya dapatkan dengan melakukan hal itu, namun saya selalu berusaha mencontoh apa yang telah dilakukan orang tua saya” terang Bu Marti.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, demikian kata pepatah. Toko Mebel Ridlo berawal dari hal kecil yang sangat sederhana. ”Kala itu kebetulan ada temen yang butuh lemari, gak tahu kenapa ia percaya kepada saya untuk mencarikan ke tukang kayu, mungkin semuanya memang telah diatur. Lha saya kan sukanya bisnis, jadi ya saya pesan ke tukang kayu kemudian saya jual pada teman saya itu dengan cara diangsur” cerita ibu yang murah senyum ini.

”Berawal dari satu orang, lama kelamaan teman-teman lainpun ikut-ikutan membeli kepada saya saat mereka butuh lemari, kursi atau mebel lainnya. Saya dan suamipun kemudian berfikir kenapa tidak membuka toko sendiri saja. Akhirnya kamipun membuka toko sendiri 24 tahun silam. Dengan dua tukang kayu, rumah kami jadi pabrik sekaligus toko” tambahnya berkisah.

Untuk mencapai kesuksesan dan kemapanan memang selalu butuh perjuangan dan kesabaran, demikian pula yang dialami Bu Marti dan Pak Samsul. Berawal dari uang 20 ribu rupiah saat pertama kali mendapat pesanan dari teman, itupun pinjaman orang tua, kini tak terhitung lagi jumlahnya. Ketika ditanya asset maupun omzet harian, ia hanya menjawab dengan senyum saja, sembari guyon ”Saya tak pernah menghitung mas, nanti malah terlalu banyak pikiran”. Saat disusul dengan pertanyaan, lalu bagaimana dengan manajemennya bu? ”Kami hanya menulis transaksi dengan tiga pembukuan; pemasukan, pengeluaran, dan piutang” jawabnya.

Tak lagi menjadikan rumah sebagai pabrik sekaligus toko, namun tokonya telah dibangun sendiri meski berada di samping rumah. Pabriknya pun sudah berdiri sendiri, berada di daerah Purbalingga.

Kini toko mebel ridlo telah memiliki 25 karyawan, 15 orang tukang kayu, dan 10 orang pelayan di toko. Dua anaknya yang kini telah berkeluarga pun, membuka cabang di Karangkobar dan Linggamerta Banjarnegara.

Pak Samsul memberikan resep kepada kita semua seputar kesuksesannya. Menurutnya, salah satu kunci suksesnya ia biasa menjual mebel lebih murah. Harga beli di toko lain, menjadi harga jual di toko mebel ridlo ini. “Saya selalu membayar lunas barang yang dikirim oleh sales, sehingga saya bisa dapat harga lebih murah” jelas lulusan sebuah STM di Yogya ini.

“Kami tak pernah promosi, tapi alhamdulillah langganan kami dari mana-mana, tak hanya Banjarnegara saja tapi juga luar kota. Bahkan ada langganan kami dari Sumatera, kulakan di sini dan dijual lagi di sana” tambahnya.

Untuk menemukan tokonya anggota TAMZIS Wanadadi Banjarnegara ini tidaklah sulit, letaknya yang strategis di Jalan Raya Wanadadi tepatnya depan SMP N 2 Wanadadi. Buka dari jam setengah tuju pagi hingga jam lima sore.

Kini, untuk urusan simpanan harian maupun investasi, dipercayakan kepada TAMZIS. ”Saya percaya dengan TAMZIS, begitu juga Mbak Umi marketing TAMZIS Wanadadi yang setiap hari datang. Nyaman, dan enak” kata ibu yang telah ziarah haji ini.

Suami istri itu saling melengkapi, barangkali begitu juga dengan toko mebel ridlo. Disisi lain, Bu Marti mengungkap rahasia suksesnya. Menurutnya, sebagai penjual harus murah senyum dan nyedulur (membina persaudaraan). “Saya suka guyon mas, bersilaturahim dan ngobrol, kalau kita berniat baik dan husnudzon insya Allah kita akan banyak saudara” katanya. “Untuk urusan rejeki Allah telah menentukan, yang penting kita selalu berdo’a, ikhtiar, dan jangan lupa selalu beramal meski sedikit, tapi kalau bisa kita usahakan rutin” tambah alumni PGAN Banjarnegara ini.

Sumber : http://islamberkata.blogspot.com/2011/11/rajin-sedekah-rejeki-melimpah-kisah.htm









Semoga jadi bahan renungan buat kita semua......

                                      Salam.....

Selasa, 18 Oktober 2016

BAHAGIA KARENA SEDEKAH

                 Banyak orang beranggapan bahwa
Ketika seseorang memiliki banyak
Uang,harta yang melimpah,hidup serba ke
Cukupan,maka hidup akan jadi bahagia.

          Namun tidak begitu bagi saya pribadi
            Bagi saya pribadi.
           
            Apabila kebahagiaan hanya diukur
Sebwrapa banyak mereka punya uang,mereka
Punya harta,mereka punya kekuasaan.
Lantas bagaimana dengan mereka?

              Mereka yang hidup nya serba
Kekurangan? Mereka yang ditakdirkan
Serba minim oleh Allah?

              Bukankah mereka juga punya hak
Untuk merasakan kebahagiaan hidup?

             Walaupun hidup mereka serba
Kekurangan.

             Memang tanpa uang dan harta
Orang sulit untuk hidup bahagia,
namun uang harta dan kedudukan
Bukan jaminan buat orang untuk
Benar benar akan hidup bahagia.

                            Maka disini akan saya gambarkan
Seperti apa kebahagiaan sesungguhnya.

                             Semua atas dasar pengalaman
Pribadi saya.
                              Menurut saya pribadi,kebahagiaan
Yang sebenarnya adalah, ketika Allah memberi kita
Harta yang halal,pekerjaan yang baik.

Rejeki halal dan berkah. Entah seberapa banyak
Rejeki yang Allah berikan buat kita.

                       Dan sebagian harta yang kita miliki
Kita infaq dan sedekahkan.

Dengan tulus ikhlas hanya mengharap ridho
Allah semata.
Maka dalam hati. Akan timbul rasa bahagia
Yang swsungguhnya.

             Keluarga sakinah, sehat lahir dan batin
Sekeluarga.

             Dan ituvyang benar benar saya alami
Dan saya rasakan.
Maka disini dapat saya simpulkan,  
             Bahwa kebahagiaan yang sesungguh nya
Adalah,
                  Ketika kita mampu berbagi kepada orang
Lain.          Maka entah cepat atau lambat
Kebahagiaan yang senenar nya pasti didapat.


                     iNSYA ALLAH

Mari bersedekah..............!!!






Semoga jadu bahan renungan buat kita semua.....

                           Salam......

Rabu, 12 Oktober 2016

MUKJIZAT SEDEKAH

Rahasia Allah tak ada yang tau.
Ketika kita mampu berusaha untuk
Ikhlas memberi sebagian yangkita
Miliki tulus dan ikhlas semata mata
hanya mengharap ridho Allah,maka yakinlah
Bahwa janji Allah pastilah tepat,dan
Mengganti lebih besar dan
Dari arah yang tak disangka sangka.

Disini penulis hanya ingin berbagi dari apa
Yang pernah penulis alami.

SEDEKAH
Sedekah merupakan ibadah sosial yang yang
Manfaatnya bisa langsung bisa dirasakan oleh
Sipenerima.
Dan balasan nya pun langsung dibayar berlipat
Ganda oleh Allah swt.
Lebih lebih balasan diakhirat kelak.
Namun disini penulis tidak berbicara soal akhirat
Karna penulis hanyalah orang awam.
Sebagai contoh:

Pengalaman pribadi dari penulis.

HATI JADI TENANG
Pada saat penulis mengalami gejolak batin
Masalah datang bergantian,terutama masalah
Ekonomi yang selalu Menjadi sumber masalah
Utama,
Teringat pesan Ustadz, bahwa hati akan tenang
Ketika hati selalu berzikir kepada Allah dan
Banyak bersedekah.

Bagaimana kalau tidak punya uang atau
Barang untuk di sedekahkan?
Jawaban dari pak Ustadz: Tenaga ,pikiran,ucapan ,bahkan
Menyingkirkan duri di tengah jalan ,semua itu bisa jadi
Sedekah,.dan Alhamdulillah penulis sudah buktikan
Dan beban dalam batin berangsur mulai menipis.
Sehingga hati mulai merasakan ketenangan.

MENDATANGKAN REZEKI DARI ARAH YANG TAK DISANGKA
            Sesuatau yang mustahil bagi penulis,mempunyai hajat
Yang jauh diluar jangkauan, namun semua Alhamdulillah
Hajat ter kabulkan juga,berkat dorongan keluarga,tekat,dan yang penting
Sabar dan sholat.
Teringat pesan pak Ustadz: tiap kita menanam satu buah butir benih akan menumbuhkan
Tujuh tangkai,dan tiap tiap tangkai menghasilkan 100 butir,begitulah
Kira kira ucapan Ustadz, akhirnya dengan penuh ikhlas
Dan mengharapkan ridho Allah,akhirnya hajat terkabul tanpa ada
masalah.
Berkat sedekah.

                         Semua yang ditulis ini asli pengalam atas dasar pengalaman pribadi.

Dan masih banyak lagi yang ingin penulis utarakan
Disini.
Walau awam tentang agama ,namun penulis yakin
Balasan sedekah kita akan langsung kita dapat
Didunia ini.lebih lebih di akhirat.

                 Akhirnya,, tak ada alasan buat kita untuk berberat
                  Hati untuk bersedekah.
Semoga jadi bahan renungan buat kita semua.
:

Original

Senin, 10 Oktober 2016

JADI OBAT

Melanjutkan postingan kemarin...

Assalamu'alaikum wrwb

Sebenarnya kehidupan kehidupan dunia ini
Tidaklah sebanding jika dibanding kan
Dengan kehidupan akhirat.
Namun untuk menuju kehidupan
Akhirat yang bahagia,kita juga membutuhkan dunia.

                         Disini ane tak berbicara masalah akhirat
Karna ane hanya orang awam, ane mau bicara masalah
Pengalaman ane pribadi,dikehidupan dunia ini,

SEDEKAH BISA JADI OBAT

Pernah suatu hari anak Ane demam, sudah tiga hari
Panas tak kunjung turun,padahal berbagai macam
Obat turun panas anak  sudah kami berikan,
Ditambah obat dari dokter,
Namun sampai berhari hari panas tak juga turun.
Sebagai orangtua pasti hati gelisah ketika
Punya anak yang masih satu satu nya sakit pnas dan tak juga
Sembuh.
         Namun kami sadar,bahwa setiap penyakit Allah yang
Beri, maka Allah juga yang akan angkat penyakit tersebut.

                  Akhirnya kami pun pasrah,
Dalam kepsrahan itulah kami teringat pesan Nabi
Yang  disampaikan oleh lisan Ustadz :

(Obatilah yang sakit dengan sedekah,)
Akhirnya kami pun pergi menemui tetangga kami yang
Kurang mampu,  dan memberi sedikit uang yang
Kami punya.
   Dengan penuh harap,  dengan apa yang kami sedekahkan
Di atas,mampu bisa menjadi salah satu obat yang mujarab
Untuk bisa mengobati anak kami yang sedang demam.

       Dan Alhamdulillah pada pagi hari nya anak kami
Yang kami sayangi sembuh seperti sedia kala.

Ternyata ilmu medis saja tidak cukup menjadi
Jaminan bisa menyembuh kan orang yang
Sedang sakit.

Sebagai jalan ter akhir ketika sebagai bentuk
Kepasrahan kita ,betapapun berat. Seperti
Apa penyakit itu,namun semua itu Allah yang
Turunkan, dan Allah juga angkat.
       Dan sedekah ,apabila tepat sasaran,
       Maka tidak ada penghalang lagi bagi
Doa dari si penerima sedekah kepada Allah.

Semua yang kami tulis disini adalah pengalaman
Pribadi kami,
Betapapun sebagian dari uang atau harta yang
Kita miliki, ternyata benar benar ada hak orang lain,
Sehingga apabila tak diberikan hak hak mereka,
Maka boleh jadi,semua itu merupakan sumber
Penyakit,.
Lahir maupun batin,

Nb: kalo menurut penjelasan para Ulama,
SebenRnya sedekah itu memang perintah.
Yang harus dilaksanakan,
Bukan karna ingin mendapat sesuatu
Atau untuk karna sesuatu.

Kalo sudah tau itu perintAh, lantas apa
Yang membuat kita enggan sedekah???

Semoga bisa menjadi bahan renungan
Buat kita semua.

Tunggu kami dipost berikut nya.
Masih seputar sedekah yang
Langsung mendapatkan balasan
Lebih dari Allah.

Masih banyak pengalaman pribadi,
Yang akan kami tulis disini.
                       Salam


Original