Sabtu, 22 Oktober 2016

JUJUR MEMBAWA BERKAH

                    Kalau kemaren saya berbicara tentang sedekah, hari ini saya bicara soal jujur.          Saya bukan orang yang benar benar jujur, namun saya berusaha belajar untuk jujur. Walaupun saya masih baru belajar beeusaha untuk jujur, namun saya sudah rasakan buah manis yang saya petik dari jujur tersebut.

Ini yang saya alami,dan rasakan. Betapa banyak keberkahan
Yang bisa didapat dari kejujuran itu.

Jujur dalam artian yang luas. Mungkin banyak hal apapun
Yang membutuhkan kejujuran.

               Jujur laksana barang mahal yang sulit dicari
Dijaman sekarang ini.
Bahkan banyak orang orang yang hanya demi sesuap nasi
Mereka berani tidak jujur.

Sikap tidak jujur banyak sekali kita jumpai, padahal ketika
Seseorang berani sekali tidak jujur, maka akan membawa
Kebohongan yang berantai.
Suatu contoh:

Ketika kita punya anak, anak kita bilang mau berangkat sekolah,

Namun tidak sampai disekolah, satu hari,dua hari,tiga hari dan seterusnya.

Pada hari yang selanjutnya bapak/ibu guru datang kerumah menemui orangtua si anak.

"Pak/bu, kenapa si A gak pernah masuk sekolah ya?
Ibu si anak: anak saya rajin kok bu, pagi pagi sudah berangkat ke sekolah.!!!

Bapak/ibu guru: tapi minggu-minggu terakhir ini anak ibu benar
Benar tidak masuk sekolah!

Akhirnya sang ibu memanggil anaknya
Yang kebetulan ada dikamar nya.

Ibu:  nak kenapa seminggu terakhir kamu gk pernah berangkat                kesekolah???

Anak: saya berangkat terus kok bu

Ibu: coba lihat siapa yang datang?

Anak:"eh ibu guru

Ibu guru:"kamu kemana aja nak kok gak pernah masuk sekolah?

1.anak: maaf bu,saya gak masuk sekolah karena waktu mau berangkat sekolah ban motorku bocor

Ibu guru: emang gak ada tukang tambal ban kah dijalan ?

2.anak:ada bu,dan sudah ditambal,tapi bocornya banyak

Ibu guru:"lantas?

3.anak:akhirnya suruh ganti ban

4.anak:akhirnya saya kerumah teman pinjam duit buat beli ban

5.anak:karena hari sudah siang akhirnya saya gk jadi berangkat sekolah.

6...

7...

8 dan seterus nya...

Kita bisa lihat,kenapa ketika kita sekali berbohong, maka akan jadi bohong berantai.

           Dari mulai ban bocor 2 3 4 5 6 7  dan seterusnya adalah bohong semua.

Padahal dia tak niat berangkat sekolah, melainkan cuma main
PS ke rumah teman nya.

Semua ini hanya sebuah gambaran saja. Atau ada yang pernah ngalamin yang seperti ini.....?  Entahlah...

Yang jelas sikap tidak jujur itu merugikan diri sendiri maupun orang lain.

    Padahal kalau saja kita tau betapa keberkahan dari sebuah kejujuran , pastilah kita enggan untuk tidak jujur. Dan saya pribadi telah merasakan semua keberkahan itu.

Boleh jadi salah satu faktor sukses nya seseorang, adalah karena jujur nya.  Entah,sadar atau tidak.

Marik ita simak kisah orang sukses karena kejujuran nya

Sekarang, jujur bagaikan barang mahal dan langka. Apalagi di Ibu Kota. Di tengah persaingan hidup dan budaya glamor yang serba wah dan memerlukan kebutuhan hidup yang tidak sedikit jumlahnya.Tapi bagi Ahmad Yunus tidak demikian. Laki-laki kelahiran 1978 ini berasal dari Tulung Agung Jawa Timur. Awalnya dia dipercaya menjabatsebagai guru di sekolah swasta di Yogyakarta. Saat menjadi guru madrasah setingkat SMA, dirinya dipercaya untuk mengurus dan mengelola dana bantuan yang berasal dari Kementerian Agama sebesar Rp 145 juta.Menurut Yunus, dana bantuan itu diberikan untuk pembangunan gedung sekolah seluas 9 x 8 meter persegi dengan nama kegiatan RKB (Ruang Kegiatan Belajar). "Itu pada tahun 2007. Dana itu semuanya untuk membangun dua ruangan yang awalnya hanya dianggarkan untuk satu ruangan saja. Pokoknya sampai habis anggarannya, sampai tahap finishing. Kita gak ambil keuntungan sama sekali," ujar Yunus saat berbincang dengan merdeka.com,Jakarta, Sabtu (12/1).Yunus mengaku dirinya tidak terpancing untuk mengkorup uang itu. Alasannya adalah uang bantuan sebesar Rp 145 juta itu khusus diperuntukkan untuk membangun sekolah sebagai sarana tempat belajar. Sarana sekolah yang tidak bocor dikala hujan dan memberikan kenyamanan bagi siswa untuk menuntut ilmu."Saya sama sekali enggak terpancing untuk mengambil. Karena niat kita adalah khidmat pengabdian dan melihat kebutuhan untuk memiliki tempat belajar yang layak. Kalau mengambil itu kan sama saja orang mencuri yang hanya mengejar kebutuhan sesaat dan bukan haknya, kita mikirnya ke sana," jelas Yunus.Setelah sukses mengelola bantuan tersebut dengan pertanggungjawaban tertulis penggunaan anggaran, pria yang hobi puasa Senin Kamis ini dipercaya kembali untuk mengelola kucuran bantuan yang berasal dari Kementerian Pendidikan. Sebesar Rp 14 juta bantuan untuk 200 siswa, dari kelas satu hingga kelas tiga."Itu sudah amanat dan harus diberikan untuk kegiatan siswa. Nama bantuannya kegiatan PLS (Pendidikan Luar Sekolah). Apalagi ngambil secuil, ini untuk anak yatim piatu yang sedang belajar di sekolah, emang mau masuk neraka, mengambil barang yang bukan haknya," kata Yunus.Pada tahun 2011, guru honorer dan pengajar pendidikan Islam ini mencoba peruntungan untuk ikut tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Agama tingkat pusat. Dia pun belajar mempersiapkan bahan ujian dan tak lupa untuk berdoa.Kalau sudah rezeki tak akan ke mana, terlebih terhadap orang jujur yang mampu menjaga amanat. Yunus dinyatakan lolos masuk CPNS tanpa sepeserpun biaya yang ia keluarkan. Dia menjadi salah satu calon auditor dan investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Sehingga terpaksa dirinya untuk pindah ke Jakarta.Untuk kerja sekarang, dirinya dituntut untuk menjaga kerahasiaan akan kasus-kasus yang terjadi di wilayah provinsi atau daerah-daerah pelosok di seluruh Indonesia. "Yang sekarang dituntut untuk menjaga kerahasiaan karena kita kan inspektorat investigasi tata usaha, terhadap pengaduan masyarakat yang masuk, misalnya ada tindakan penyimpangan di wilayah kemudian melakukan pengaduan ke kantor. Terus kasus besar yang melibatkan banyak umat, itu masuknya investigasi yang mana nantinya akan diselesaikan dalam gelar perkara," cerita Yunus."Kemudian pegawai agama yang jarang masuk di kanwil provinsi, adanya pungutan liar di kabupaten, ada pejabat yang selingkuh, ujian diselewengkan dan lain-lain," tambahnya.Oleh karena itu, dirinya dituntut untuk bertindak profesional, menjaga kejujuran dan integritas di dalam menangani kasus-kasus tersebut. Yunus mengaku dirinya tak akan terpancing dengan kongkalikong yang ditawarkan pejabat di daerah yang bermasalah."Memang dibutuhkan integritas dan loyalitas yang kuat, loyalitas untuk tidak membocorkan dan bener bener serius. Yang penting kita jujur, yang salah bilang salah dan benar bilang benar," pungkasnya.Memang kejujuran ibarat permata yang begitu mahal harganya dan sangat tinggi nilainya. Seperti itulah sikap jujur, nilainya sama seperti permata tersebut. Namun pada hakikatnya, sikap jujur adalah sikap yangapa adanya, sikap yang ada kesungguhan dan keikhlasan. Sesungguhnya kebahagiaan sebenarnya adalah lahir dari sebuah kejujuran dan mungkin ini bagian contoh kecil dari barokah dan hikmah dari kejujuran itu sendiri.(mdk/has)Orang JujurHonorerKemenagHEMAT.COM MARKETPLACE

                    Semoga jadi bahan renungan buat kita semua



                             Salam...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar